
Perkuat Tata Kelola dan Penjagaan Amanah, Badan Wakaf Assyifa Selenggarakan Pelatihan Manajemen Organisasi Filantropi
Dalam rangka memperkuat tata kelola kelembagaan serta menjaga amanah umat, Badan Wakaf Assyifa menyelenggarakan pelatihan manajemen organisasi filantropi bagi jajaran pimpinan dan tim manajerial lembaga. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, serta kualitas pengelolaan filantropi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) di Ruang Rapat As-Syifa Jalancagak.
Direktur Badan Wakaf Assyifa, H. Kamsi, M.T., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan konsolidasi internal lembaga.
“Setiap program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui proses yang panjang dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Amanah tidak cukup dijalankan dengan niat baik semata, tetapi perlu ditopang oleh sistem yang tertata, terukur, dan senantiasa diperbaiki,” ungkapnya.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri Kepala Direktorat SDM & Organisasi Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Hj. Lulu Ludiawaty, S.Psi., M.M. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara menyeluruh tentang Rencana Strategis (Renstra) lembaga, mulai dari penguatan visi dan misi, peneguhan nilai-nilai organisasi, hingga penjabaran sasaran strategis dan Indeks Kinerja Utama (IKU) sebagai instrumen pengukuran kinerja. Seluruh tahapan tersebut dirancang agar arah kebijakan dan program lembaga berjalan lebih terukur, terintegrasi, serta selaras dengan tujuan besar pelayanan kepada umat.
Selain pemahaman konseptual, peserta juga dibekali keterampilan menyusun turunan program melalui pendekatan Balanced Scorecard yang meliputi empat perspektif utama, yaitu perspektif pelanggan, keuangan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pengembangan lembaga, kualitas layanan, efektivitas proses internal, dan penguatan sumber daya manusia.
H. Kamsi menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga kepercayaan para donatur, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan. Setiap dana dan dukungan yang dititipkan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara administratif, moral, dan nilai komitmen.
“Melalui workshop ini, peran dan tanggung jawab setiap individu diperjelas. Amanah diterjemahkan ke dalam pembagian tugas yang lebih sistematis serta indikator kinerja yang adil dan transparan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan dan kebersamaan, Badan Wakaf Assyifa berupaya menghadirkan pengelolaan filantropi yang profesional tanpa kehilangan ruh kepedulian. Kami meyakini, kekuatan lembaga tidak hanya diukur dari besarnya capaian angka, tetapi dari kokohnya nilai dan keistiqamahan dalam melayani,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penyusunan dokumen manajerial dan tata kelola organisasi secara lebih mendalam, mencakup perumusan kebijakan internal, penyusunan kontrak kinerja pegawai, hingga pengelolaan aktivitas harian sumber daya manusia. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap amanah yang diemban dapat dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel.