
Masjid Nabawi, Wakaf Rasulullah SAW
Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau membangun masjid Quba. Rasulullah SAW membangunnya saat beliau hijrah ke Madinah. Pada saat itu, Rasulullah SAW membeli tanah dari dua anak yatim, yaitu Sahl dan Suhail. Mereka adalah anak-anak dari Bani Najjar yang diasuh oleh As’ad bin Zurarah.
Awal Mula Berdirinya Masjid Nabawi
Sahabat, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Masjid Nabawi awalnya didirikan di atas tanah yang menjadi tempat berhentinya unta Rasulullah SAW ketika tiba di Madinah. Kemudian, Rasulullah berniat untuk membangun masjid di sana. Rupanya pada saat itu terdapat bangunan milik Bani Najjar di area tersebut. Lalu Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai, Bani Najjar! Juallah kebunmu ini kepadaku!” Namun Bani Najjar berkata, “Tidak kujual. Demi Allah, tidaklah kami jual tanah ini, kecuali untuk Allah.” (HR. Bukhari)
Maksud hadits di atas adalah Bani Najjar dengan sukarela mewakafkan tanah dan bangunan yang mereka miliki itu untuk Pembangunan masjid. Mereka menyebut area tersebut tidak akan dijual kecuali di jalan Allah, sehingga mereka berharap pahala dari sisi Allah atas amalan tersebut. Anas bin Malik meriwayatkan,
“Saat itu di area Pembangunan masjid, terdapat kuburan orang-orang musyrik, puing-puing bangunan, dan pohon kurma. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memindahkan mayat di makam tersebut, meratakan puing-puing, dan menebang pohon kurma.”
Akan tetapi, dalam riwayat lain dinyatakan, setelah unta tunggangan Rasulullah SAW berhenti di atas sebidang tanah, maka kaum Muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan shalat. Lokasi tersebut adalah tempat penjemuran kurma milik Shail dan Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjar, anak asuk As’ad bin Zurarah.
Walau kedua anak yatim ini berniat untuk memberikan tanahnya kepada Nabi Muhammad SAW, Rasulullah merasa enggan menerima pemberian mereka. Maka, beliau tetap membelinya dan dibangunlah Masjid Nabawi dalam waktu 12 hari pada bulan Rabiul Awal.
Luas Area Masjid Nabawi Pada Saat Awal Dibangun
Sahabat, jangan dibayangkan Masjid Nabawi dengan luas seperti saat ini dengan kemegahannya. Karena pada saat awal dibangun, luasnya tidak sebesar saat ini.
Dikutip dari buku berjudul Sirah Nabawiyah ar-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, digambarkan bahwa pada saat awal pembangunan, Masjid Nabawi hanya berukuran 50 x 50 meter dengan tinggi atap sekitar 3,5 meter.
Rasulullah SAW turut serta dalam membangun masjid ini dengan tangan beliau sendiri bersama-sama dengan para sahabat dan kaum Muslimin.
Saat itu dua pilar pintu masjid dibangun dari batu, kemudian temboknya dari batu bata dan tanah liat, atapnya berasal dari pelepah kurma, sementara tiang-tiang penyangga dari batang kurma. Selain itu, lantai masjid hanya dihampari dengan kerikil dan pasir. Pintunya hanya ada 3 dan di sisi masjid dibangun beberapa bilik dari batu serta tanah liat dengan atap pelepah dan batang kurma sebagai kamar istri-istri Rasulullah SAW.
Seperti saat ini, pada zaman dahulu masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk mendirikan shalat, melainkan juga sebagai tempat kaum Muslimin menerima ajaran-ajaran Islam dan arahan-arahan Rasulullah SAW.
Pada masa itu, masjid juga berfungsi sebagai rumah bagi orang-orang fakir dari golongan Muhajirin yang berjumlah banyak serta tidak memiliki tempat tinggal, harta, dan sanak saudara.
Kemudian, perluasan Masjid Nabawi mulai dilakukan pada saat khalifah Umar bin Khattab yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pada masa Khalifah Umar, Masjid Nabawi terus mengalami renovasi hingga menjadi salah satu masjid terbesar seperti saat ini.
Dukung Kebermanfaatan Masjid
Sahabat, masjid adalah tempat untuk beribadah dan menjadi salah satu tempat menuntut ilmu melalui arahan-arahan kyai maupun kajian rutin di dalamnya. Maka, mari terus jaga kebermanfaatan masjid dan terus bangun masjid agar memiliki amalan yang sama dengan Rasulullah SAW.
Tidak harus memiliki harta berlimpah, karena melalui Wakaf Masjid bersama Badan Wakaf Assyifa, Sahabat bisa menjadi bagian dari pembangunan masjid di Nusantara. Mari raih pahala dengan membangun masjid dan raih pahala surga dengan klik link berikut (link wakaf masjid)
“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga,” (HR. Bukhari dan Muslim)