
Tentang memberi, dan persaan tenang setelahnya
Makna memberi sering kali kita pahami sebagai tindakan yang mengurangi apa yang kita punya. Padahal, memberi bukan sekadar tentang berbagi sesuatu yang kita miliki, tetapi tentang menghadirkan makna bagi orang lain, baik dalam bentuk materi, waktu, doa yang baik maupun perhatian yang tulus. Tindakan memberi membuka ruang empati sekaligus mengingatkan kita untuk lebih menghargai cerita dan kebutuhan orang lain. Dari ketulusan itulah tercipta hubungan yang lebih hangat dan bermakna.
Memberi sejatinya membuat diri sendiri menerima sesuatu yang sering kali jauh lebih besar dan lebih berharga dari yang diberikan. Tidak ada orang yang jatuh miskin karena memberi, dan tak ada pula yang kehilangan senyum bahagia karena berbagi senyuman kepada sesama. Di titik inilah kita mulai memahami bahwa makna memberi tidak diukur dari seberapa banyak yang diserahkan, melainkan dari ketulusan hati saat melakukannya.
Menariknya, kebaikan yang kita berikan sering kali kembali dalam bentuk perasaan tenang dalam diri. Sebab, dari tindakan kecil yang kita lakukan dapat melahirkan rasa lega dan damai, juga kepuasan batin saat menyadari bahwa kebaikan tersebut mampu membawa senyum, harapan, dan kelegaan bagi orang lain. Itulah alasan mengapa makna memberi selalu berkaitan erat dengan kebahagiaan batin si pemberi.
Mari mulai biasakan diri untuk memberi dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Karena dari kebaikan yang dilakukan dengan tulus mampu memberi manfaat besar bagi orang lain sekaligus menghadirkan ketenangan dan kedamaian dalam diri.
Yuk menebar kebaikan melalui 1 klik di link berikut : https://gojariah.org/program/sedekah-berkah?utm_ref=1077&utm_source=go