• 0821 1211 5756
  • office@badanwakafassyifa.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Edukasi Wakaf
Menggapai Tabungan Akhirat dengan Share Kebaikan

Menggapai Tabungan Akhirat dengan Share Kebaikan

Sahabat, pernahkah terpikir untuk meraih pahala melalui jalur share kebaikan?

Share berarti berbagi atau membagikan, yang dapat memiliki arti penggunaan bersama atas sesuatu, seperti sumber daya atau ruang, atau membagikan informasi dan konten.

Di era canggih seperti saat ini, berbagi kebaikan semakin mudah. Kita bisa membuat konten atau membagikan ilmu yang dijelaskan ulama ketika kita menghadiri majelis ta’lim. Misal ketika kita mendapatkan ilmu baru setelah datang ke sebuah kajian, kemudian mendapatkan hikmah, cerita, dan pelajaran, lalu kita menyampaikan kepada keluarga, teman, atau rekan lainnya baik secara langsung maupun melalui media sosial, ini semua bisa menjadi jalan ibadah kepada Allah SWT.

Satu ilmu yang kita dapatkan, kemudian kita sebarkan melalui media sosial dan disimak oleh banyak orang. Bisa dibayangkan sebanyak apa pahala kebaikan yang akan kita dapatkan?

Walaupun konten kita hanya dibaca sekilas, namun kita telah menyampaikan ilmu, hikmah, atau pelajaran kepada orang lain. Maka, kita bisa memulai hal ini dan tidak menganggap remeh atau tidak ada artinya setiap langkah kebaikan sekecil apapun.

Lalu bagaimana hal ini bisa menjadi tabungan kita di akhirat? Mari simak uraian mengenai keutamaan saling menyampaikan kebaikan di bawah ini.

Keutamaan Saling Menyampaikan Kebaikan

Sahabat, inilah amalan yang dapat kita tunaikan dan kita perbanyak agar nanti di hari Kiamat, kita memiliki banyak amal shaleh. Walaupun kecil, sederhana, tapi karena sering dilakukan (menyebarkan kebaikan kepada orang lain), akhirnya menjadi besar seperti gunung, yang nilainya sangat besar di hadapan Allah SWT yang bisa membawa kita selamat dari siksa neraka Jahanam.

Perintah Allah tentang saling menasehati terdapat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman,

وَالْعَصْرِ  . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati sipaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Sahabat, seperti kita tahu para Sahabat nabi selalu menyampaikan nasihat dan ilmu kepada orang lain. Dikisahkan begitu Abu Bahar ash-Shiddiq menerima dakwah dari Nabi Muhammad SAW, dan mengucapkan kalimat Syahadat, Abu Bakar langsung bergerak dan berdakwah kepada Utsman bin Affan, serta mendatangi sahabat lain untuk mengajak mereka iman kepada Allah SWT dan masuk Islam.

Dari kisah ini kita mendapat pelajaran bahwa setiap ilmu yang kita dapatkan dan pelajari hendaknya langsung kita praktikkan, lalu kita amalkan. Allah SWT berfirman,

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۝٣٣

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jelas disebutkan bahwa orang yang baik perkataannya adalah orang yang berdakwah di jalan Allah. Maka, sebaiknya kita tidak menganggap remeh dalam menyempaikan ilmu atau sharing konten kebaikan karena Allah SWT telah menjadikan kita, umat Nabi Muhammad SAW sebagai sebaik-baiknya umat. Hal yang menjadikan umat ini terbaik salah satunya karena mereka saling mengajak pada kebaikan.

Yuk mulai kebaikan hari ini dengan share artikel ini ke orang-orang terdekatmu!