• 0821 1211 5756
  • office@badanwakafassyifa.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Edukasi Wakaf
Keutamaan Wakaf Sumur

Keutamaan Wakaf Sumur

Salah satu perkara yang kekal pahalanya adalah berwakaf karena wakaf merupakan sedekah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir walaupun pewakaf telah meninggal dunia. Ketika berwakaf secara tidak langsung kita membeli surga yang Allah janjikan .

Wakaf merupakan salah satu amalan yang bisa umat muslim laksanakan. Istilah wakaf ini dipakai untuk menyebut salah satu amalan yang memiliki kaitan dengan harta dan benda.

Wakaf yaitu ibadah yang menahan harta seseorang kemudian dikelola agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Artinya, setiap wakaf yang kita tunaikan memiliki nilai pahala jariyah atau pahala yang akan terus tercatat sebagai amalan seseorang yang berwakaf sekalipun orang tersebut meninggal dunia.

Sahabat, ada salah satu sedekah yang amat disukai Rasulullah SAW, sedekah tersebut adalah memberi air. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah air.” (HR. Abu Daud, An-Nasa’i, dan ibnu Majadh)

Keutamaan Bersedekah Air

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا ثَوْبًا عَلَى عُرْىٍ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوعٍ أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ

“Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum (khamr yang dilak).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, Sumur Raumah namanya. Rasanya pun mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda: “Wahai Sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala.” (HR. Muslim)

Utsaman Bin Affan sangat mencintai dan menyayangi umat Rasulullah, sehingga hatinya tergerak untuk membebaskan sumur tersebut untuk kesejahteraan umat.

Sumur Raumah milik Yahudi itu akhirnya dibeli oleh Utsman Bin Affan, setelah kepemilikan sumur tersebut sepenuhnya milik beliau, Sahabat nabi ini lalu mewakafkan Sumur Raumah untuk dimanfaatkan umat muslim di Madinah. Akhirnya, sumur milik Utsman Bin Affan tersebut menjadi satu-satunya sumber mata air lahan di sekitarnya, bahkan hingga ditanami kebun kurma.

Rakyat Madinah memanfaatkan kurma sebagai salah satu sumber penghasilan mereka, yakni untuk berdagang dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Karena sumur wakaf tersebut, akhirnya kebun kurma terus meluas dan pohon kurma terus bertambah, bahkan dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengelolaan secara turun temurun dari Khalifah, kemudian Daulah Utsmaniyyah dan terakhir dikelola oleh pemerintah Arab Saudi, dan seluruh keuntungan dari penjualan kurma akan disalurkan ke anak yatim. Sebagian lagi akan disimpan di rekening bank yang berada di bawah pengawasan Departemen Pertanian, tentunya atas nama Utsman Bin Affan.

Masyaa Allah, Allahu Akbar. Sahabat, dari kisah teladan Utsman Bin Affan ini, kita dapat mengetahui bahwa wakaf sumur atau air memiliki keutamaan yang mengundang keberkahan. Para ulama mendefinisikan bahwa berkah adalah ziyadatul khair, semakin bertambannya nilai kebaikan. Indikator harta berkah adalah dengan Allah menitipkan harta kepada kita, maka kebaikan kita semakin meningkat.

Yuk tunaikan wakaf yang disukai Rasulullah ini dengan klik link berikut https://bit.ly/ayobangunair

Bagikan